Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Januari 2024

Pengalaman dengan Turkish Airlines

 Halo semua, jadi tanggal 8 Januari kemaren adalah hari yang besar gua karena pada hari itu gua akhirnya berangkat ke Italia untuk memenuhi kewajiban gua dalam menyelesaikan program master yang saat ini gua jalani. Gua pergi kesana menggunakan maskapai Turkish Airlines dan jujur aja ini adalah pengalaman yang sangat berharga. 

Semua bermula pas gua lagi milih tiket dengan nyokap gua, saat itu nyokap gua bilang untuk tiket pilih yang paling murah dan saat itu yang paling murah adalah Eva Air yang berarti gua harus transit di Taiwan. Pilihan berikutnya adalah Etihad dan kalau pilih ini ya gua bakal transit di Abu Dhabi. Turkish Airlines adalah pilihan termurah ketiga. Masalahnya adalah untuk transit di Taiwan ataupun Abu Dhabi kita sebagai warga Indonesia harus apply visa transit dan bayarnya kisaran 50 USD. Ya sekarang hitung aja harga tiket plus visa transit ya bikin kita spend lebih banyak duit kebanding kalau pilih Turkish Airlines dan transit di Istanbul yang dimana warganegara Indonesia tidak perlu visa untuk berlibur sebulan di Turki.

Akhirnya ibu gua setuju untuk memilih Turkish airlines dengan opsi transit selama 22 jam di Istanbul. Untuk detail transit akan gua tulis di post berikutnya tapi gua akan fokus ke pengalaman gua dengan Turkish Airlines ini. Jadi pesawatnya ini berangkat pada tanggal 8 Januari 2024 jam 9.50 pagi dari Jakarta dan perjalanan kesana adalah 12 jam 30 menit. Armada yang digunakan pada penerbangan ini adalah Airbus A350 yang dimana pesawat ini tuh keren banget. Yang lucu adalah gua tuh mau check in online tapi kalau lu mau pilih seat sendiri yang harus bayar lagi jadinya ya seat-nya dipilih random pas check in di Bandara. Cuma karena gua sangat mengupayakan untuk check in online, gua sampai sign up untuk miles&smiles Turkish Airlines dan tiket gua dimasukkan ke poin miles. Berkat hal tersebut gua jadi sign in wifi pas lagi penerbangan. 


Selama penerbangan gua dapat tempat duduk ditengah which is unfortunate karena gua mau bikin videonya tapi mereka punya outside camera yang bisa kita akses di layar yang ada dihadapan kita. Akhirnya gua tetap memutuskan untuk membuat video tersebut. Seisi pesawat mayoritas ya kalo nggak orang Indonesia yang bepergian keluar negeri atau turis yang abis mengunjungi Indonesia, hampir gak ada orang Turki. Gua duduk bersama 2 orang Indonesia lainnya dan kita akhirnya berkenalan dan ngobrol banyak selama penerbangan. 


Makanan yang disediakan itu enak banget dan banyak juga, kita bahkan dikasih menu. Untuk toilet sendiri ya cukup bersih. Untuk pramugari dan pramugara-nya ya menurut gua dibanding dengan Garuda mereka gak seramah Garuda, meski begitu ya gak jadi masalah sih karena pelayanannya sangat bagus. 

Kita pun sampe di Turki jam 6 sore waktu sana dan gua sedikit kesasar karena salah masuk area. Ini adalah kali pertama untuk gua melalui imigrasi tanpa pemeriksaan visa karena memang WNI tidak perlu visa untuk sebulan kalau berkunjung ke Turki. Gua pun menghabiskan 21 jam di Istanbul. Jam 2 siang gua balik lagi ke Bandara Istanbul dan bandara ini emang gede banget. Perjalanan Istanbul dan Milan ini lah yang merupakan kejutan terbaik yang pernah gua dapatkan. GUA DI UPGRADE KE KELAS BISNIS!!! Yoi, bener banget. 

Gua sendiri sangat terkejut. Perjalanan Istanbul Milan itu gak lama sih, dua setengah jam udah nyampe. Bagaimanapun pengalaman naik kelas bisnis ini yang tidak terlupakan karena kelas bisnisnya ini bukan yang kayak kelas bisnis Boeing 737 yang dua deret kursi lebar, ini beneran kelas bisnis yang elu bisa tiduran. Armada yang digunakan adalah Airbus A330-300. 


Kursinya tuh sebenarnya sudah cukup menunjukkan usianya, tapi jujur aja gua gak peduli karena untuk bisa terbang dengan kelas bisnis tuh lu harus bener-bener tajir melintir dan ini dengan tiket diskonan lu bisa naik kelas bisnis, ini bener-bener rejeki terbaik yang pernah gua dapatkan. Makanannya aja berkelas banget. 


Gua nyampe di Milan jam 4.30 sore dan proses sampe lewat imigrasi tuh kira-kira sejam lah, belom nunggu bagasi. Di imigrasi gua cuma ditanya satu pertanyaan yaitu dimana gua akan belajar dan setelah itu gua cuma disuruh taro jempol kanan gua di pemindai sidik jari setelah itu gua akhirnya diloloskan. Gua nyampe Turin jam 9 malam karena memang jarak Milan ke Turin itu kira-kira 150km dan pas nyampe apartemen gua akhirnya tepar. 

Minggu, 17 Desember 2023

Indonesian railway evolution

Industri kereta api di Indonesia beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat signifikan terutama dalam sistem dan juga pelayanan. Untuk KRL Commuter line sebenarnya gua gak terlalu kaget karena memang dulu pas gua masih gap year, gua naik kereta KRL hampir setiap hari. Pada tahun 2022 rute kereta api KRL sudah berubah dimana sekarang kalau mau pergi ke Jakarta Kota dari Bekasi harus transit dulu di Manggarai karena memang sekarang rute Bekasi akan mengarah ke Tanah Abang. Selain itu rute dari Bogor hanya tersedia untuk ke Jakarta Kota dan tidak ada yang ke Tanah Abang lagi sehingga penumpang yang dari Bogor harus transit Manggarai jika mau pergi ke Tanah Abang. 

Ya kurang lebih itu adalah sedikit basa basi tentang KRL Commuter, tapi disini yang ingin gua highlight adalah evolusi kereta api di Indonesia secara keseluruhan, terutama setelah pembukaan kereta cepat Jakarta Bandung yang diberi nama Whoosh. Gua pertama kali naik kereta itu ya kalo inget dulu KRL ekonomi yang gak punya pintu dan banyak yang bahkan manjat keatas kereta. Dulu tuh jadi orang Indonesia tuh berasa minder banget karena jika kita melihat negara tetangga kita, Singapura, Malaysia, bahkan Thialand itu justru mereka lebih maju dalam bidang ekonomi dan juga infrastruktur. Yang paling bikin minder lagi adalah pas film Mr Bean Holiday rilis pas tahun 2008 dimana ya semua bisa melihat majunya kereta di Inggris dan Perancis. Kemudian juga Jepang dengan Shinkansen dan juga China mulai aktif membangun kereta cepat. Gua yang tumbuh besar dengan orang tua yang sering pergi keluar negeri dan bokap gua dulu kerja di luar negeri sering mendapat cerita bagaimana majunya negara lain dan gua tuh merasa Indonesia itu yang paling ketinggalan. Gak usah jauh-jauh melihat negara seperti Jepang, Jerman, Perancis, kita bisa melihat negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia. Pertama kali gua menjajakan kaki di bandara Kuala Lumpur aja gua waktu itu sudah minder karena saat itu terminal tiga masih belum buka dan itu membuat gua udah langsung minder as soon as gua turun dari pesawat karena kualitas airport kita aja udah beda jauh banget. 

Well fast forward ke tahun 2023 gua bisa bilang perkembangan industri kereta api kita for the past 10 years itu sangat pesat dan lot's of changes that I really glad to see. Bulan Juni kemaren gua embarked on a journey ke Yogyakarta karena gua ada interview kerja dengan Susi Air di STKD Yogyakarta dan gua pergi kesana menggunakan kereta api karena ya menurut gua lebih konvenien daripada naik pesawat which requires me to arrive at the airport early and then with waiting, boarding dan lainnya technically gak beda jauh dengan kereta. Gua pergi kesana menggunakan kereta api Bangunkarta dan total perjalanan adalah 8 jam yang sebenarnya seharusnya 7 jam namun ya kalau kalian udah nonton video gua di Youtube bisa liat kalau kereta sempet mogok. Kereta Bangunkarta sendiri merupakan kereta campuran kelas eksekutif dan ekonomi dan saat gua melihat kereta ekonomi jujur aja gua cukup terkejut karena sudah sangat berbeda, kereta ekonomi saat ini sudah bisa dibilang setara dengan standard kereta ekonomi di Eropa dimana keretanya memiliki kursi yang at least bisa di recline, memiliki power socket dan yang paling penting sudah jauh lebih teratur kebanding dulu yang orang berdiri bahkan sampai manjat keatas kereta. 

Gua balik dari Yogyakarta menggunakan kereta api Argo Semeru yang sebarnya adalah kereta Bima versi siang. Kesan gua selama perjalanan kereta dari Yogyakarta sangat nyaman dan meskipun masih kereta yang ditarik lokomotif, tapi sudah tidak memalukkan lagi seperti pas gua masih kecil. Peningkatan lain yang gua sadari adalah banyak jalur tunggal yang sekarang udah jadi ganda dan juga koridor Jatinegara Bekasi sekarang udah 4 jalur sehingga memberi leluasa untuk KRL dan kereta intercity

Seperti yang kita tahu bahwa bulan Oktober kemaren kita baru aja membuka jalur kereta cepat antara Jakarta dan Bandung dan bulan lalu Alhamdulillah gua mendapat kesempatan untuk naik kereta cepat tersebut. Mungkin gua gak perlu kasih tau detail perjalanannya secara detil ya karena bisa langsung dilihat di Youtube gua tapi gua akan berbagi tentang pendapat gua aja disini. Kereta cepat Jakarta Bandung buat gua ya bisa dibilang milestone banget untuk Indonesia karena kita mempersembahkan kereta cepat pertama di Asia Tenggara dan juga pada skala yang jauh lebih besar, kereta cepat pertama yang berada dibelahan selatan khatulistiwa. Satu hal yang gua sedikit gak puas dengan kereta cepat ini adalah gua berharap jalurnya bisa lebih panjang dari Jakarta Bandung, tapi bagi gua the most important thing is to start, karena memulai itu umumnya lebih sulit daripada melanjutkan. Jika tidak percaya dengan perkataan tersebut ya kita bisa melihat jauh ke barat di Amerika Serikat dimana mereka sudah memulai konstruksi kereta cepat sejak 2008 dan sampai sekarang belum selesai, rel aja belum dipasang. Melihat keselatan juga Australia juga gagal untuk memulai proyek mereka dan juga negara tetangga yang dulu bikin kita iri, Singapura dan Malaysia juga gagal dalam memulai. 





Ya paling segitu aja pendapat gua tentang kereta cepat dan gua hanya berharap semua pencapaian 1 dekade terakhir terus berlanjut. 

Rabu, 13 Desember 2023

Pengalaman Umroh

 Halo guys, di post ini gua bakal cerita sedikit tentang pengalaman gua Umroh. Sebenarnya ya Umroh ini lebih ke Tasyakur gua karena gua diterima untuk lanjut studi master di Italia, more on that to come. Jadi ya Ibu gua memang sudah menawarkan ke gua untuk perjalanan Umroh ini. Ya karena paspor gua itu diperbarui tahun 2020 dan sampe sekarang belom kepake, yaudah gua mah iya aja, meskipun technically gua agak unease diawal karena gua ini tipe orang yang suka solo traveling kebanding traveling group. Yah karena nyokap gua agak maksa dan untuk membahagiakan nyokap gua (which is the term have the opposite definition) yaudah gua putuskan untuk berangkat. 

Jadi gua itu berangkat Umroh tanggal 5 Agustus (lumayan telat ya postingannya), dan gua kesana menggunakan travel Umroh bernama Albis yang kantornya beralamat di Tebet, Paman gua yang merupakan seorang Kyai bekerja disana sebagai pendamping Jamaah. Gua berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta terbang direct ke Madinah. Ada sedikit drama di imigrasi karena salah satu Jamaah yang difabel yang merupakan Om gua yang anggota jauh keluarga besar gua ditahan karena kesalahan print yang ada di visanya. Visanya itu elektronik, jadi print out, bukan yang visa stiker yang ditempel di halaman paspor. Pas gua cek Jama'ah yang lain ternyata mereka semua salah print, cuma visa gua doang yang isinya bener. Kesalahan print-nya itu ada ditanggal validasinya dimana bukannya waktunya maju malah mundur. Periode validasinya mundur dari 31 Juli 2023 ke 30 Juni 2023. Tapi setelah gua ngobrol sama petugas imigrasinya, dimana dia nahan karena gak mau kita kena masalah pas nanti di Saudi, gua bilang ke dia kalau ini kesalahan minor mungkin ada di sistem E-Visa pemerintah Saudi, akhirnya dia meloloskan Om gua ini. 

Setelah lolos Imigrasi di Jakarta kita pun akhirnya masuk ke pesawat dan terbang ke Madinah. Perjalanan dari Jakarta ke Madinah itu kurang lebih 9 jam dan dipesawat dapet makan dua kali. Nyampe di Madinah itu jam 8-an malam. Setelah mendarat dan lewat imigrasi, kita nunggu ada lah sekitar 40 menitan sampe akhirnya bus kita berangkat dari Bandara Madinah. Selama nunggu itu ya koper kita diambil oleh agen mereka, terus dibawa ke bus. Pas lagi di bus paman gua ngambil paspor kita semua karena memang udah peraturan dari Arab mewajibkan kita untuk menyerahkan paspor, gantinya kita dapet nametag dan semua Jama'ah pakai nametag, makanya gampang banget kalau mau tau asal negara setaip orang yang kalian lihat. Disana kita dipandu oleh Muthawif asal Lombok yang dia ini tinggal di Mekkah dan memang secara spesifik pekerjaannya adalah Muthawif untuk Jama'ah Indonesia di Saudi. Gua dan Jama'ah lainnya stay di Hotel namanya One Inn yang terletak pas banget di seberang Masjid Nabawi. Sambil proses masukin koper ke hotel, Muthawif kita ngajak kita masuk sedikit ke pelataran Masjid Nabawi untuk melihat suasana Masjid Nabawi. 

Esoknya kita bangun dan hari itu kita gak kemana-mana sih karena memang agendanya adalah Sholat di Raudhoh dan untuk bisa masuk kesana ya harus ngurus ijin dan itu Muthawif yang ngurus dan ada waktu saat itu dibuka dan ada giliran untuk cowo ada giliran untuk cewe. Hari itu ya gua sekedar pergi jalan kaki keliling Madinah (sebenarnya cuma sekitaran Masjid Nabawi aja). Hari itu gua ketemu banyak orang Malaysia yang tinggal disana sebagai trainee Muthawif. Saya sempat pergi ke mall kecil yang ada disebelah Masjid Nabawi dan disitu gua diajak ngobrol bareng dengan beberapa trainee Muthawif dari Malaysia dan jujur gua seneng ngobrol dengan mereka karena gua memang selalu embrace persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia. 

Hari ketiga kita ada acara City Tour Madinah. Perjalanan diawali dengan pergi ke Jabal Uhud dimana disitu terjadi perang Uhud. Disana terdapat satu lahan yang dipagar dan itu adalah makam para Syuhada perang Uhud. Di Jabal Uhud sendiri areanya luas dan disana banyak merpati yang terbang dan ada orang yang jualan kuaci mentah untuk dikasih ke burung, itu seru banget. Selanjutnya kita pergi ke Masjid Quba dan Sholat disana dan setelahnya kita pergi ke kebun kurma untuk santai-santai dan para ibu-ibu pada belanja. 


Hari keempat adalah hari yang panjang karena hari itu kita pergi ke Mekkah, dan sekedar info, kita ke Mekkah menggunakan bus. Kita berangkat dari hotel pagi-pagi dan sudah membawa kain Ihram. Setelah itu kita berangkat ke Masjid Bir Ali tepat sebelum Sholat Zuhur karena memang lebih efektif seperti itu. Jama'ah lain umumnya ke Masjid Bir Ali setelah Sholat Zuhur, tapi karena itu bakal rame banget, akhirnya kita Sholat Zuhur di Masjid Bir Ali sekalian ambil Miqat untuk ber-Ihram. Selesai Sholat Zuhur dan Sholat Sunnah Ihram, akhirnya kita pun berangkat ke Mekkah. Perjalanan ke Mekkah itu kira-kira 6 jam dan kita sempat berhenti sebentar di rest area ditengah jalan yang khusus untuk Jama'ah Indonesia. Kita sampai di Mekkah sore sebelum Maghrib dan kita istirahat sebentar di hotel karena memang kita akan melakukan prosesi Umroh setelah Isya. Prosesi Umroh pun dimulai dengan Tawaf di Masjidil Haram, kemudian Sa'i antara bukit Safa dan Marwah dan diakhiri dengan memotong sedikit rambut kita. Prosesi Umroh selesai roughly tengah malam dan sampe dihotel kita semua pun tepar. 

Hari berikutnya agendanya adalah City Tour Mekkah yang sebenarnya adalah mengunjungi tempat-tempat untuk Beribadah Haji seperti Jabal Rahmah, Padang Arafah dan Mina. Kita berangkat pagi-pagi karena siang hari itu kita akan melakukan Umroh kedua. Untuk Umroh kedua tidak seperti malam sebelumnya yang kita Sa'i dengan cara berjalan, kali ini Sa'i menggunakan scooter. Asyik sih Sa'i menggunakan scooter karena tidak capek dan lebih cepat. Gua satu scooter dengan paman gua dan gua  bertugas nyetir scooter dan paman gua memimpin bacaan Doa selama Sa'i


Selesai Umroh kita pun balik ke hotel dan seperti yang sudah bisa ditebak, kita semua tepar. Tapi malamnya, gua pergi keluar jalan-jalan sekitar Masjidil Haram dan gua untuk pertama kalinya Sholat Isya di trotoar karena ya waktu itu Azan dan udah gak keburu masuk ke Masjidil Haram. 

Besoknya kita pergi mengunjungi Ta'if dan ya sedikit belajar tentang sejarah kota tersebut dan disana kita mengunjungi semacam kebun strawberry. Disitu paman gua sebenarnya ngajak Umroh lagi tapi karena semua sudah kelelahan dan ingin menikmati waktu disana, akhirnya kita memutuskan untuk tidak Umroh hari itu. Balik dari Tai'f gua pun jalan-jalan sekitar Masjidil Haram lagi karena ya gua ini traveler, yang membedakan gua dengan Jama'ah lain adalah saat ada free time ya gua bakal jalan-jalan, eksplor, sedangkan yang lain ya biasanya cuma ngobrol di hotel sambil ngerokok. Malamnya gua diajak paman gua makan di KFC yang ada didalam salah satu mall yang kalau mau masuk harus naik tangga, tapi jujur aja gua lupa nama mall-nya apa. 


Besoknya itu hari Jum'at dan kita melaksanakan Sholat Jum'at di Tower menara jam👆🏼 karena didalamnya ada Mushola yang menghadap langsung ke Ka'bah. Hari itu juga acara bebas sih karena memang seluruh prosesi Umroh itu dan juga tour-nya sangat banyak dan panjang dan juga melelahkan, akhirnya ya gua memutuskan untuk traveling aja keliling kota Mekkah. 

Besoknya adalah hari kepulangan kita ke Indonesia. Sebelum berangkat ke Jeddah kita melaksanakan Tawaf Wada. Kita berangkat pagi agak siangan ke kota Jeddah. Jujur aja gua awalnya berharap kita berangkat dari terminal baru bandara Jeddah, tapi ternyata berangkatnya dari terminal Haji. Pesawat kita berangkat jam 1 malam dan kita punya waktu seharian untuk bersantai di Jeddah. Kita pergi ke Cornes yang berlokasi tidak jauh dari Al-Balat yang merupakan kota tua Jeddah. Setelah Saudi membuka pariwisata, banyak travel vlogger yang gua tonton di Youtube pergi ke Jeddah dan mereka pastinya mengunjungi Al-Balat. Disana gua berkenalan dengan orang lokal Jeddah yang jadi tour guide gua karena memang dia sangat ingin belajar Bahasa Inggris dan saat mengetahui gua lancar Bahasa Inggris ya dia akhirnya menemani gua. Disana gua juga bertemu dengan turis asal Italia. Saat pergi ke Jeddah memang berasa seperti ke negara lain karena memang mulai dari 2018 Saudi itu mulai melonggarkan peraturan Syari'ah mereka, perempuan tidak lagi wajib berhijab ataupun memakai Abaya. Gua bahkan melihat beberapa cewek Filipina jalan dengan celana mini diatas paha. Disana juga banyak turis yang memang ya mereka bisa santai aja jalan dengan baju kasual. Gua sangat puas exploring Al-Balat karena orang lokal yang guiding gua, dia namanya Jemmy ya dia ramah dan juga gua dibeliin roti dan susu serta air putih selama gua touring Al-Balat. 



Sayangnya karena Jama'ah lainnya sudah pada bosen dan pada gak sabar ke Bandara, gua akhirnya ditelpon paman gua untuk ke bus karena kita akan segera berangkat ke bandara. Kita sampai di bandara pas Maghrib dan itu masih lama banget sebelum pesawat kita berangkat. Kita kembali menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Gua sangat beruntung saat perjalanan pulang karena gua dapet kursi dibelakang dan satu baris kursi gua itu kosong, jadi ya gua bisa tidur selonjoran dan itu adalah tidur paling nyenyak gua saat berada di pesawat. Saat penerbangan juga gua melihat ada beberapa turis Eropa yang juga gabung dalam penerbangan kita, gua gak kaget karena memang Saudi sudah membuka pariwisata mereka dan mungkin turis-turis tersebut pada mau ke Bali setelah mengunjungi Saudi. 

Kita pun nyampe hari berikutnya Minggu 13 Agustus 2023. Disana bokap nyokap gua datang jemput dan paman gua juga udah sekalian ngikut karena memang rumah paman gua nggak jauh dari rumah ortu gua. Oke sekian cerita pengalaman Umroh gua. 

Kamis, 01 Agustus 2019

Review Gone Girl : film yang mendeskripsikan Psikopat secara keseluruhan


   Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui film ini karena memang tidak begitu populer di Indonesia, namun film ini tetap terkenal dan notable pada level internasional. Karena ini adalah review, maka spoiler alert ya. 

   Film ini dirilis pada tahun 2014 dan dibintangi Ben Affleck dan Rosamund Pike. Dari judulnya yaitu gone girl atau yang berarti gadis yang hilang adalah film thriller drama yang menurut gua secara keseluruhan mendeskripsikan psikopat. Di banyak telinga orang Indonesia, psikopat pasti langsung dihubungkan dengan seorang pembunuh yang luar biasa kejam, well ada benernya meskipun sebenarnya psikopat sendiri memiliki pengertian yang lebih luas lagi cakupannya. Oke ngomongin filmnya dulu, film ini bercerita tentang seorang suami yang mencari istrinya yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan hanya kerusakan kecil, ketika dia melapor ke polisi untuk mencari istrinya, perlahan-lahan polisi mencurigai sang suami telah membunuh istrinya dengan kejanggalan dan beberapa bukti forensik yang mengarah pada pembunuhan sang istri yang dilakukan suami, sang suami yang tidak mengerti bagaimana kejanggalan dan bukti forensik yang mengarah pada dirinya mulai menemukan bahwa istrinya menjebak dirinya sehingga seolah-olah dirinya telah membunuh istrinya. 

  Mengapa film ini gua katakan sebagai deskripsi psikopat, karena memang gambaran seorang psikopat sepenuhnya dijabarkan pada film ini, menurut gua sangat-sangat lengkap. Oke, jadi menurut wikipedia, psikopat itu secara umum adalah seseorang yang memiliki kelainan jiwa (bukan penyakit ya) dimana seseorang tersebut tidak memiliki bagian otak yang mengatur perasaan simpati, empati, kasihan, sedih dll. Karena itulah psikopat sering dihubungkan dengan pembunuh kejam. Ciri-ciri seorang psikopat sendiri biasanya memiliki fisik yang menarik, karismatik, mudah bergaul, dan beberapa ciri khusus psikopat yang paling penting adalah kecerdasan yang tinggi, psikopat juga sangat manipulatif sehingga mampu menipu banyak orang. Dari beberapa ciri-ciri psikopat diatas, memang bisa dihubungkan dengan pembunuh kejam, namun psikopat sendiri tidaklah selalu pembunuh, in the end ya orientasi seorang psikopat bisa membuatnya menjadi orang yang baik, yang paling penting adalah jangan pernah macam-macam dengan psikopat karena psikopat itu jika tersinggung, rasa tersinggung tersebut bisa menjadi dendam. Psikopat juga ada yang baik, dan dengan ciri-ciri yang disebutkan tadi, memang sebenarnya psikopat yang orientasinya baik tidak akan menjadi pembunuh, terkadang mungkin kita tidak sadar entah bos kita, atasan kita, dosen, bisa jadi diantara mereka ada yang psikopat, yang pasti adalah dengan ciri-ciri diatas yang nampak positif, cukup sulit untuk bisa mendeteksi seseorang itu psikopat. Biasanya psikopat yang akhirnya terkenal adalah psikopat yang terjerat kasus pembunuhan dan menunjukkan perilaku tidak bersalah saat sidang. Tapi sekali lagi ditekanka, psikopat tidaklah selalu pembunuh. 

   Dalam film ini, betul-betul digambarkan sifat psikopat yang ada pada sang istri, disitu diperlihatkan bagaimana sang istri selama berbulan-bulan mempersiapkan untuk membuat pembunuhan palsu terhadap dirinya yang dibuat seolah-olah suamilah yang melakukannya, ini menunjukkan tingkat kecerdasan seorang psikopat, bahkan sang istri bisa mengetahui gerak gerik sang suami, seolah-olah sang suami dikendalikan olehnya. Dalam film ini, sang istri juga melakukan pembunuhan, namun korbannya hanya 1 orang saja, dan dia sendiri tidak merasa bersalah dengan perbuatan tersebut, bahkan dia mampu memanipulasi perilakunya sehingga tidak dinyatakan bersalah atas perbuatan tersebut. Sang istri juga mampu berteman dengan banyak orang, bahkan kepada tetangganya dia mampu berperilaku seolah-olah sang suami beberapa kali melakukan KDRT, sehingga ketika dia hilang, si tetangga langsung mencurigai sang suami. Sang istri juga mampu membuat beberapa bukti forensik palsu namun sangat kuat sehingga polisi sendiri tidak mencurigainya. Pasangan pasutri ini memang awalnya saling mencintai dan harmonis, sampai akhirnya beberapa konflik rumah tangga membuat sang suami akhirnya selingkuh, sang istri yang marah atas perbuatan sang suami memutuskan untuk menghukumnya. Paparan diatas merupakan contoh dari film bagaimana kepribadian psikopat, sang istri memang tidak memiliki orientasi membunuh, namun sekalinya sang suami macam-macam dengannya, dia memberi hukuman yang cukup berat, bukan dengan membunuhnya namun dengan menjebaknya, adapun ketika istrinya membunuh, perbuatan tersebut serta merta bukanlah dendam melainkan alat manipulatifnya, seorang psikopat cenderung tidak segan membunuh seseorang, namun jika orang tersebut hanyalah alat, maka dia akan langsung membunuhnya (seperti pada film), namun jika psikopat membunuh karena dendam atau ketersinggungan, maka psikopat tidak akan langsung membunuh melainkan akan menyiksa si korban dengan cara yang sadis agar dia menikmati rasa balas dendam tersebut. In the end sang istri mampu menjauhi dirinya dari kecurigaan orang terhadap dirinya, beginilah kepribadian seorang psikopat yang dirangkum dengan kompleks dalam film ini. Gua sangat apresiasi sang penulis cerita yang mampu terpikirkan bagaimana membuat film yang menggambarkan sifat seorang psikopat secara keseluruhan. Ini bukanlah hal mudah, gua awalnya tidak mengerti maksud film ini, sekarang gua pun akhirnya mengerti. 

Jumat, 19 Juli 2019

Review Film X-Men : Dark Phoenix


Untuk postingan ini gua ingin memberikan review tentang film X-Men : Dark Phoenix, spoiler alert ya, untuk yang belom nonton better not to read this. Oke, untuk Marvel, gua memang lebih ke penggemar X-Men Universe kebanding Avenger, karena memang kalo X-Men gua dah ngikutin dari kecil, jadi ya emang lebih banyak ngerti untuk X-Men kebanding Avenger. 

Untuk rangkaian film X-Men, Dark Phoenix ini merupakan film kedua belas  dari rangkaian seri film-film X-Men. Sejujurnya, terlepas dari kecintaan gua terhadap X-Men, harus gua akui beberapa film terakhir tidak memuaskan gua, terutama Days of Future past dan Dark Phoenix ini sendiri. Untuk bisa mengerti film X-Men secara keseluruhan karena ini merupakan film seri, jadi lebih baik menonton filmnya dari awal, dari film X-Men yang pertama, dimana film pertamanya dirilis tepatnya pada tahun 2000. Yaps, ini memang serial yang cukup sukses dalam industri perfilman dunia. Untuk timeline atau jalur waktu yang disuguhkan pada film X-Men sendiri, urutan film tidak menandakan timeline yang benar, btw timeline X-Men gua bagi dua, sebelum dan sesudah diubah di X-Men Days of Future past, ini gua berikan timeline-nya

Sebelum diubah
X-Men Origins : Wolverine (Logan/Wolverine berusia lebih tua dari Charles, masa awal Logan)) → First Class → Days of Future Past (sebelum sejarah diubah) → Origin Wolverine (masa-masa sebelum sampai bertemu Charles) → X-Men 1 → X2 → The Last Stand → The Wolverine → Days of Future Past (ketika perang, dalam proses mengubah sejarah)

Sesudah diubah
X-Men Origins : Wolverine (sejarah awalnya tak pernah diubah) → First Class → Days of future past (setelah diubah) → Apocalypse → Dark Phoenix → Deadpool → Deadpool 2 → Days of future past → Logan

Okay, untuk yang masih belom mengerti, jadi di film X-Men : Days of future past, sejarah diubah. Jadi ceritanya adalah dimana pada tahun 2023, terjadi pembantaian terhadap kaum mutan secara besar-besaran menggunakan robot yang sangat immune atau kebal dari seluruh bentuk kekuatan mutan bernama sentinels yang diproduksi dengan jumlah yang sangat banyak. Sentinels sendiri sudah bermula sejak tahun 1973, dan kunci terwujudnya program tersebut adalah Raven atau Mystique. Karena program sentinels terwujud karena kesalahan Raven dimasa lalu, maka Profesor Charles mengirim Logan kembali ke tahun 1973 untuk mengubah sejarah agar Raven tidak pernah melakukan kesalahan tersebut. 

Sebetulnya Days of future past itu bagi gua sangat wrecker bagi cerita X-Men sendiri karena hasil dari film ini adalah timeline yang berubah dan sebenarnya meskipun plot dan kualitas film yang disuguhkan itu berkualitas, tapi hasilnya kalau bagi gua pribadi adalah kekecewaan karena ini berarti cerita yang disajikan pada 6 film sebelum Days of future past itu menjadi sebuah cerita kosong yang akhirnya kita tidak lagi menemukan makna dari film-film tersebut, karena pada akhirnya seluruh cerita difilm-film itu menjadi cerita yang tidak pernah ada, dan itulah kekecewaan gua sebagai pecinta X-Men. Film Days of future past sendiri juga menimbulkan kebingungan secara kalo dilihat di akhir film yang The Last Stand itu, sejatinya saat itu mutan sudah mendapat jaminan perdamaian dengan manusia, lalu mendadak tanpa ada penjelasan difilm tersebut secara politis, lalu mutan ujuk-ujuk dibantai dan tiba-tiba asal muasalnya dari masa yang jauh sebelum film The last stand. Mungkin kalo ada kejadian khusus setelah film The last stand yang menyebabkan diwujudkannya kembali program sentinels mungkin akan bisa lebih melegakan, tapi entah kenapa alasan vital tersebut justru masuknya ditahun yang itutuh terlalu lama untuk diingat dan terlalu lama untuk sudah dimaafkan, jadinya not make any sense gitu sih. Meski mengecewakan, apparently film ini mendapat rating bagus, ya bagi gua sih ceritanya yang mengecewakan, sisanya sih bagus. 

Oke, back to Dark Phoenix, jadi film ini merupakan entry yang disuguhkan setelah perubahan sejarah. Gua melihat effort sang penulis dan produser untuk memperbaiki jalan cerita setelah perubahan sejarah harus diacungi jempol, apalagi dengan masuknya fitur karakter Deadpool yang akhirnya mengobati kekecewaan para pecinta X-Men. Film Dark phoenix itu mengambil waktu setelah kejadian di Apocalypse dan yang menjadi subjek utama difilm ini adalah karakter Jean Grey, seorang mutan yang gua favoritkan, dia memiliki kekuatan telekinesis, mampu menggerakan objek dengan pikiran, dia juga punya telepati seperti Charles Xavier. Plot singkat film ini adalah, dalam suatu misi keluar angkasa, Jean Grey dihadapkan dengan sebuah ledakan yang instead membunuh dia, justru malah memberikan dia kekuatan yang sudah berada diluar kendalinya sendiri. 
Untuk rating film ini, apparently kali ini, bukan hanya pecinta X-Men yang kecewa tapi pada umumnya pemirsa atau publik juga kecewa dengan film ini. Gua sendiri menilai film ini adalah low point for X-Men, terutama pada harapan dan ekspektasi yang kita berikan pada film ini. Untuk setiap konflik yang disuguhkan, kemudian kualitas video gua sih tetap acungi jempol, namun tetap tidak cukup untuk menutupi kekecewaan. Untuk pecinta film X-Men pasti sudah tau, setiap ada hal yang menggantung disatu film, atau suatu pertanyaan yang tidak terjawab pada suatu film X-Men, maka akan terjawab pada film berikutnya. But not for this movie, justru titik kekecewaan gua pribadi ada pada hal ini. Contohnya adalah, difilm Apocalypse, diketahui bahwa Evan atau Quicksilver merupakan anak dari Magneto. Kita tau bahwa titik kejahatan seorang Magneto adalah rasa duka yang melanda dirinya, apalagi ketika dia kehilangan seorang anggota keluarga. Ketika Evan mengetahui dirinya adalah anak dari Magneto, dia tau bahwa dirinya bisa mengobati luka duka yang ada pada Magneto dengan memberitahunya, namun apparently tidak terwujud di film Apocalypse dan kita berekspektasi tinggi pada film Dark Phoenix bahwa Magneto akan kembali pada Evan, dan ternyata hal tersebut lagi-lagi tidak terjadi. Intinya gua kecewa sekali dengan film ini.

Sama seperti Avenger Universe, pastinya serial X-Men yang lama sudah semestinya diganti dengan yang baru. Dan kita mengharapkan ya Dark Phoenix ini menjadi yang terakhir, tapi somehow endingnya aja dibuat menggantung, dan itu kecewa sekali karena itu diberikan pada film yang akan mengakhiri itu semua. Sampe saat ini belum ada konfirmasi mengenai serial X-Men yang baru selain The New Mutant yang akan dirilis tahun depan dan akan menjadi lembaran baru untuk dunia mutan karena waktu yang diambil adalah masa depan pasca matinya Wolverine. Gua gak tau apakah akan ada lagi film yang mungkin bisa diperuntukkan untuk meluruskan hal-hal yang menggantung difilm Dark Phoenix meskipun it's seems likely to be not, tapi ya who knows, meski begitu gua sih merasa kecewa aja dengan X-Men. 
Ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa X-Men nantinya akan bergabung dengan Avengers. Bukannya gua nggak menyetujui atau menentang, gua ngerti secara kedua universe tersebut sama-sama Marvel, namun background kedua universe tersebut tuh berbeda 180 derajat. X-Men adalah sebagian kecil mutan yang menjadi superhero untuk melindungi mutan lainnya dan juga manusia, sementara Avengers adalah orang-orang yang memiliki kemampuan khusus, in fact juga involve some kind of magic etc sehingga bagi gua terdengar mustahil untuk bisa menyatukan keduanya. Meski begitu andaikan ternyata ada penulis dan produser yang bisa membuat cerita yang bisa menyatukan keduanya, itu dia harus untuk mendapat penghargaan. Oke itu aja review gua seputar film X-Men : Dark phoenix

Jumat, 01 Maret 2019

Review film The Salesman


Dua tahun yang lalu gua ngepost tentang film Iran yang berhasil memenangkan Academy Award untuk kategori "Best foreign language film", dimana gua juga janji untuk tulis review-nya. Sebagai informasi, film ini mendapat nominasi dan penghargaan diwaktu yang sangat tidak bagus yaitu pasca menangnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika. Dan udah pada tau juga kalo dia melarang masuk warga negara dari 7 negara Islam ke Amerika. Dan salah satu negara yang warganya dilarang masuk ke Amerika adalah Iran. Yaaa pastinya para kru, sutradara dan aktor film ini, karena mereka udah masuk nomnasi, sebenarnya bisa dapat pengecualian, tapi karena mereka ingin menghargai sesama warga Iran yang dilarang pergi ke Amerika, mereka memutuskan untuk tidak hadir pada acara Academy Award ini. Film The Salesman sendiri mendapat review positif, contohnya dari Rotten Tomatoes, film ini mendapat 96% approval yang berarti memang film berkualitas. 

Gua sendiri lama tidak menulis review-nya karena emang gua juga belom nonton dan gua sebenarnya gak tau apa film ini masuk Indonesia apa nggak tapi yaaa gua baru dapet filmnya baru-baru ini. Alur film ini adalah alur maju, jadi tidak ada flashback sama sekali, ataupun mundur. Film ini bercerita tentang seorang guru yang juga aktor suatu teater kecil bernama Emad, yang punya istri yang juga sesama aktris dalam teater tersebut bernama Rana. Suatu hari apartemen mereka nyaris runtuh, dan demi keselamatan, mereka memutuskan untuk pindah dari apartemen itu dan tinggal di apartemen lainnya dikota Tehran. Suatu hari Emad pulang rumah lebih larut, dan dirumah Rana sedang mandi, dan dia mendengar bunyi bel, dan dia membuka pintunya dan setelah itu dia berakhir dirumah sakit. Emad yang baru pulang kebingungan melihat istrinya tidak ada dan kemudian mencari istrinya dirumah sakit, dia sendiri ke rumah sakit karena menemukan bercak darah pada shower kamar mandinya. Usai pulang, Rana mengalami shok dan trauma, dia sendiri menceritakan kalo ada orang masuk pas dia lagi mandi dan memukul dia. Orang tersebut ninggalin hape, uang dan mobilnya. Emad rencana pengen pergi ke polisi, tapi dilarang oleh Rana dan dari 3 petunjuk yang ditinggalkan oleh pelaku, dia akhirnya memutuskan untuk mencari pelakunya sendiri. Menggunakan mobil yang ditinggal oleh pelaku, dia menemukan ternyata mobil tersebut digunakan oleh toko roti yang dikelola oleh seorang pria muda bernama Majid. Melihat penampilan Majid, dia mengira Majid adalah pelakunya, dan dia pun memutuskan untuk menjebak Majid dengan membawanya ke apartemennya yang nyaris runtuh. Ketika dia disana untuk menunggu Majid, ternyata yang datang adalah calon mertuanya yang sudah sangat tua, diapun menceritakan tentang istrinya kepada calon mertua Majid ini, namun melihat tingkah laku pria tua tersebut dan juga melihat penolakannya untuk bekerja sama untuk mengadili Majid, Emad sadar bahwa calon mertua Majid adalah pelaku sebenarnya, diapun mengurung pria tua tersebut diruangan kecil. Ketika dia kembali keruangan tersebut, Majid tidak sadarkan diri dan ternyata dia memiliki penyakit stroke. Emad pun meminta keluarganya termasuk Majid untuk menjemput pria tua tersebut, namun dia meminta pria tua tersebut untuk mengakui perbuatannya dihadapan keluarganya sendiri. Namun bagaimanapun, pria tua tersebut tidak mengakuinya sampai dia akhirnya meninggal ketika sedang dibawa keluarganya pulang. 

Secara garis besar, cerita ini sebenarnya hanyalah penggalan kisah tragis suatu keluarga kecil, namun yang membuat film ini berkualitas adalah bagaimana mereka mampu mengemas cerita ini dengan menarik, dan juga membuat penonton penasaran, selain itu juga kekuatan akting para pemainnya sangat bagus dimana aktingya itu bukan sekedar akting abal-abal, tapi memang aktingnya itu menggambarkan suatu kejadian yang seperti mereka itu ada didunia yang nyata. Pemainnya sendiri adalah Shahab Hosseini sebagai Emad dan Taraneh Alidoosti sebagai Rana dan beberapa pemain lainnya. Sutradara film tersebut adalah Asghar Farhadi. Ini adalah film kedua Iran yang berhasil memenangkan Oscar atau Academy Award, dimana film Iran pertama yang memenangkan Oscar adalah A Separation yang juga disutradarai oleh Asghar Farhadi.  


Jumat, 22 Februari 2019

Pengalaman Pertama naik Garuda Indonesia

Oke, masih di perjalanan gua ke Eropa kemaren, jadi udah tau ya kalo gua kemaren naik maskapai Garuda Indonesia. Ini adalah kali pertama gua naik maskapai Garuda, yang reputasinya udah gak perlu dipertanyakan lagi di Indonesia maupun diluar negeri. Selain Garuda, maskapai internasional yang pernah gua naikin adalah Airasia X, Jetstar dan Turkish Airline. Turkish Airline adalah maskapai internasional pertama yang pernah gua naikin dan itu tahun 2013, gak usah ditanyalah kemana gua pergi dengan maskapai ini. Terus untuk maskapai Airasia X dan Jetstar adalah maskapai yang gua pakai ketika pergi ke Australia pada tahun 2015. 

Sedikit informasi, rute Garuda di Eropa itu hanya ada Amsterdam dan London doang, karena kemaren gua ke Amsterdam, gua kurang tau gimana penumpang yang ke London, tapi untuk Amsterdam, harus gua akui kalo penerbangan ini pas gua kesana dan balik lagi itu selalu penuh, yaaa gak penuh 100%, mungkin ada nyampe 90% lah, tapi segitu aja sih udah menguntungkan. Untuk penerbangan dengan Garuda ini, gua akui pelayanannya, service-nya itu excelent, gak bohong lah kalo mereka dapet rating bintang lima. Tapi overall, penerbangan kemaren tuh sejujurnya ya gua gak enjoy 100%, karena memang durasi penerbangannya tuh 14 jam, dan itu kalo dikelas ekonomi tuh cukup melelahkan. Kalo gua liat gimana kelas bisnisnya ya, untuk 14 jam mah pasti enjoy aja, tapi untuk ekonomi, gua sih kayaknya gak mau lagi. Gua seperti manusia pada umumnya, gua tuh tidur dalam sehari maksimal 8 jam, dan kemaren pas gua dipesawat, tidur, yaaa kan nggak mungkin ya selama penerbangan itu full tidur aja, kan ada waktu makan, apalagi makanan disajikan 3 kali, setelah take off, mid flight meal dan sebelum landing, dan yaaa kalo dari pengalaman gua kemaren, itu gua tidur tuh yaaa kira-kira 6 jam, dan tidur selama 6 jam, gua masih ada sisa 8 jam gak bisa tidur, pas gua tidur aja, itu gua inget banget pas bangunnya tuh kaki gua pegel, punggung gua tegang, tangan gua tegang, leher gua juga gak rilex, yaaa gitulah nasib orang kelas ekonomi, kalo kata bokap gua sih itu karena gua belom terbiasa, tapi kalo pas gua nanya ke nyokap gua (kemaren gua cuma bareng kakak gua, bokap nyokap gua udah di Jerman duluan), katanya nyokap gua sendiri juga nggak kuat kalo terbang selama itu, makanya kemaren pas nyokap bokap gua ke Jerman, mereka naik Emirates dan ya taulah, transit dulu di Dubai. In the end, itu semua tergantung orang masing-masing sih, kalo bokap gua tipe yang suka direct flight, mau selama apapun, pokoknya bokap gua cuss langsung kesana, kakak gua sih kayaknya sama ama bokap, tapi kalo gua sih lebih kayak nyokap, mending transit dulu, karena lumayan lah, transit, turun dari pesawat, regangin otot dulu, rilex, lurusin kaki, buang air besar dll. Kalo gua naik business class, yaaa gua sih belom pernah ya, tapi kalo ngeliat seat business class, yaa gua mungkin bisa enjoy penerbangan yang lama, tapi yaaa tetep lah dimana-mana, pengen nyaman kudu ada $$$ lebih. 

Tapi untuk pelayanan Garudanya sendiri udah enak sih, udah sesuai dengan ekspektasi, dan udah sesuai dengan kriteria bintang 5. Ini adalah hidangan yang diberikan oleh Garuda selama perjalanan gua balik dari Amsterdam ke Jakarta.



Kamis, 27 September 2018

Alur Waktu dalam Conjuring Universe

Kemaren gua ngepost tentang film The Nun dan yaaa pada tau lah bahwa film ini merupakan bagian dari sequel film Conjuring, tapi pasti pada nanya kenapa gak ada label "Conjuring" meski ini merupakan bagian dari ceritanya ?, jawabannya adalah karena Annabelle dan The Nun bukan dibilang sequel melainkan spin off. Beda sequel dengan spin off adalah kalo sequel itu lebih kayak lanjutan cerita dari subjek cerita tersebut. Kita tau bahwa subjek dalam film Conjuring adalah perjalanan pasangan suami istri exorcist Ed Warren dan Lorraine Warren. Nah kalo lo liat di film Annabelle dan The Nun, kita melihat bagaimana subjek yang diceritakan bukanlah kedua pasutri ini, bahkan dalam ketiga film tersebut kita tidak melihat keterlibatan kedua pasutri tersebut sepanjang film, ini lah mengapa Annabelle 1, 2 dan the nun adalah spin off dari film the conjuring, meski begitu semuanya tetap dalam lingkaran the conjuring universe. 






Oke, kenapa gua memilih conjuring universe ?, alasannya karena seluruh film di dalam conjuring universe ini selalu dirilis pada tanggal atau hari yang tepat, dimana gua selalu ada waktu dan uang untuk pergi ke bioskop nonton film-film ini. Berbeda dengan Avengers Universe dan DC Universe yang dimana gua melewatkan penayangan beberapa filmnya di bioskop karena gua tidak punya kesempatan untuk menonton di bioskop untuk beberapa filmnya kayak Avengers Infinity War, atau kalau dari DC yang Justice League, gua gak sempet nonton di bioskop akhirnya yaaa untuk nonton gua nunggu ketersediaan streaming di internet, untuk film-film di conjuring universe, gua tidak pernah melewatkan satupun penayangan film-film ini di bioskop, mulai dari the conjuring yang pertama dimana waktu itu gua masih di pesantren malahan, sampe the nun kemaren, gua selalu ada kesempatan dan uang untuk menonton film-film ini. Beberapa film dalam avengers universe, DC, X-men, The Hunger Games, Insidious dll juga pernah gua tonton di bioskop, namun tidak semua film mereka gua tonton di bioskop, hanya conjuring saja yang semuanya gua tonton di bioskop. Makanya gua memutuskan untuk membuat review timeline dari film-film conjuring universe ini. 

Karena ini adalah review timeline, jadi gua menekankan SPOILER ALERT untuk kalian yang belom nonton. 
  • 1863 : Bathseba, wanita yang dituduh penyihir oleh warga membunuh anaknya sendiri untuk tumbal iblis dan kemudian dia bunuh diri, kemudian menaruh kutukan pada rumahnya (film conjuring 1)
  • 1946 : Samuel Mullins dan istrinya Esther kehilangan anak mereka, Annabelle dalam sebuah kecelakaan dijalan raya (annabelle creation)
  • 1949 : kedua pasutri Samuel dan Esther mengira bahwa ruh anak mereka akan mengunjungi mereka, hanya jika mereka setuju untuk mengizinkan setuju untuk membiarkan ruh annabelle masuk kedalam boneka kayu mereka sebagai media, sampai mereka sadar bahwa itu bukanlah ruh annabelle melainkan setan, yang kemudian menyerang sang istri, Esther. Kemudian mereka menaruh boneka tersebut dalam ruangan yang dulunya kamar annabelle dimana ruangan tersebut penuh dengan lembaran alkitab Kristen. (annabelle creation)
  • 1952 : Bapak Burke dan Suster Irene pergi ke Romania untuk menyelidiki kematian seorang suster bernama Victoria yang kematiannya merupakan bunuh diri, disinilah diketahui darimana Valak berasal dan siapa yang membiarkannya keluar. Harus diketahui bahwa Valak tidak sepenuhnya kembali ke neraka. Valak bersembunyi dalam tubuh pemuda bernama Maurice yang membantu Bapak Burke dan Sister Irene dalam investigasi di Monastri Romania. Diketahui bahwa Maurice kesurupan setan Valak dan dimana Ed dan Lorraine membantu exorcism Maurice, teori gua disini adalah setan Valak  yang mungkin setelah keluar dari tubuh Maurice kemudia mencari cara untuk meneror Ed dan Lorraine.  (The Nun)
  • 1958 : Pasutri Mullins membuka pintu rumah mereka untuk menampung anak-anak yatim piatu dirumah mereka, disinilah seluruh teror annabelle bermula setelah setannya dikurung dalam ruangan penuh lembaran alkitab. Disini pula diketahui bahwa annabelle dalam film annabelle 1 yang membunuh orang tuanya sendiri ternyata adalah Janice. Janice yang tubuhnya sudah sepenuhnya dikuasai setan kemudian mengubah identitas dirinya sebagai Annabelle dan diasuh pada sebuah panti asuhan dimana dia kemudian diadopsi oleh pasutri bernama Higgins, dengan ini identitas barunya adalah Annabelle Higins. (Annabelle Creation)
  • 1970 : Annabelle Higins yang tubuhnya selama ini ternyata dirasuki setan membunuh orang tua adopsinya dan dalam upaya membunuh tetangganya, dia tewas tertembak polisi dan setan dalam tubuh dia kembali masuk dalam boneka kayu annabelle milik pasutri Mia Form dan John Form. Ini mengembalikan teror annabelle pada pasutri Form. (Annabelle)
  • 1971 : Teror annabelle berlanjut pada 3 mahasiswa yang diketahui ternyata pemilik boneka annabelle setelah keluarga Form, boneka tersebut ternyata dibeli oleh Tante salah satu dari 3 mahasiswa tersebut,  kemudian mereka menghubungi Ed dan Lorraine Warren, inilah yang mengakhiri perjalanan boneka Annabelle yang kemudian jatuh ke tangan pasutri Warren. Beberapa bulan kemudian ditahun yang sama, Warren membantu keluarga Perron yang diteror oleh setan Bathseba karena mereka adalah penghuni rumah yang dulunya merupakan rumah Bathseba. (The Conjuring)
  • 1977 : Ed dan Lorraine pergi ke London untuk membantu keluarga Hodgeson yang diganggu oleh setan Valak yang ternyata menggunakan Janet untuk menarget Ed dan Lorraine. Meskipun awalnya tidak percaya akan teror ini, namun akhirnya diketahui bahwa teror tersebut ada dan penyebab dari teror ini adalah Valak yang kemudian berhasil diusir oleh Lorraine menggunakan namanya, karena emang menurut ajaran Katholik, setan itu bisa diusir kalau kita tahu namanya dan menyebutkan nama setannya. (The Conjuring 2)
Dari timeline yang udah gua tuliskan, kesimpulan gua secara keseluruhan, urutan film yang sesuai dengan timeline adalah The Nun, Annabelle Creation, Annabelle, The Conjuring, The Conjuring 2. Dari yang gua baca di wikipedia, James Wan, produser film conjuring universe mengatakan bahwa 2 film dalam conjuring universe, The Conjuring 3 dan The Crooked Man sedang dalam pengembangan untuk menjadi film. Gua gak tau sih kali ini apa lagi yang akan diceritakan karena menurut gua, secara total keseluruhan kelima film ini sudah cukup kompleks dan sudah sempurna menceritakan cerita secara menyeluruh, dan gua gak nyangka ternyata salah satu objek di film The Conjuring 2, The Crooked Man juga akan dibuat asal muasalnya. Prediksi gua The Conjuring 3 lebih menceritakan awal mula pasutri Ed dan Lorraine menjadi Exorcist. Yaa kita liat aja, semoga rilisnya pada waktu yang tepat, jadi gua bisa kembali nonton di bioskop lagi. 

Sabtu, 17 Juni 2017

BTA45

Hi guys, sekarang gw pengen review tentang BTA45. BTA45 itutuh sebenarnya tempat les biasa kayak NF atau Inten gitu, cuma gw merasa kalau BTA45 itu bagi gw adalah more than a cram school (cram school itu bahasa Inggris untuk tempat les atau bimbel). Jadi BTA45 itu dia awalnya cuma kasih bimbel untuk persiapan ujian PTN, tapi seiring waktu berlalu, BTA ini berkembang jadi punya cabang dan franchise. 

Sejarah BTA45 ini, nama BTA itu singkatan dari 'bimbingan tes alumni'. Awalnya ini tuh ditujukan untuk mereka yang pengen belajar untuk persiapan masuk PTN, tapi sekarang mereka udah buka kelas bahkan untuk anak SMP. Kalo belakangnya 45, itutuh sebenarnya karena awalnya BTA45 ini berada di rumah nomor 45 di Jl. Tebet Barat VIII. Yup, BTA45 itu cukup berbeda dengan tempat les lain, salah satunya mereka memakai rumah. Biasanya kalo bangsa NF atau Inten, mereka tuh selalu memodifikasi gedung les mereka sedemikian rupa jadi gak nampak kayak rumah tapi yaaa bener-bener jadi kayak gedung les gitu. Nah, kalo BTA45 itu gak sama sekali. Ni dia kenampakan BTA45



Nah, kayak gitutuh. Tapi, gambar dua gedung BTA45 diatas itu adalah yang rumah nomor 55 (kanan) dan nomor 53 (kiri). Masih ada dua rumah yang dipakai BTA45 dijalan yang sama, yaitu rumah nomor 44 dan 52. Lah, trus nomor 45 nya mana???, yup, meski mengambil belakang 45 karena dulu BTA45 memakai rumah nomor 45, tapi rumah nomor 45 sudah tidak lagi milik BTA, jadi untuk sejarah, mereka mempertahankan nomor belakang 45 di nama BTA45. 

Sistem belajar mengajar di BTA45 sendiri menurut gw adalah yang paling menarik, dan yang gw seneng dari BTA45 adalah mereka memberi nuansa kekeluargaan yang kental, tapi disisi lain juga memberi dorongan untuk membakar semangat kompetitif kita, karena kebanyakan murid di BTA45 ini berasal dari sekolah-sekolah favorit di Jakarta, misalnya SMA 8, BPK Penabur, Kolese Kanisius, Santa Ursula, SMA Muhamad Husni Thamrin dan masih banyak lagi. Dan kalau sudah berbicara tentang nilai try out, yaaaa mereka yang peringkatnya diatas itu kebanyakan berasal dari sekolah-sekolah tadi. Nah, kalau udah kayak gini, kita tuh jadi bisa tahu tolak ukur kita, jadi kita bisa mendorong diri untuk berusaha mendapat nilai yang berada dijajaran atas. Kebanyakan guru-guru disini tuh adalah mahasiswa atau lulusan universitas ternama. Biasanya sih UI, tapi ada juga guru lulusan UGM, ITB, tapi ada juga guru lulusan UNJ atau UPN, jadi yaaa kebanyakan guru disini tuh yaaa masih muda, tapi meski begitu, gak sedikit juga guru-guru senior, tapi yang gw gak nyangka, guru-guru senior ini tuh gak seperti yang dibayangkan gitu, misalnya yaa, ngajarnya tuh b aja gitu, ngajarnya datar aja gitu, nggak, yang seniornya tuh ngajarnya tuh juga asik-asik. Nah, kalo yang seniornya aja asik, gimana yang masih muda coba, beuh, harus gw akui, belajar di BTA45 tuh gak nyesel deh. Gurunya tuh asik-asik, tapi juga kalo ngajar tuh jelas gitu, jadi kita bisa ngerti apa yang dijelasin, dan itu adalah nilai + banget untuk BTA45. Selain itu, keunggulan BTA45 adalah, mereka mampu menyeting soal-soal try out, jadi setiap try out itu, kadang soalnya lebih gampang, kadang susah, bahkan susah banget. Itu juga menjadi nilai + buat BTA45, jadi dengan bisa mengatur soal, bisa di gampangin atau disusahin, itu bikin kita jadi mendapat semua bayangan soal-soal yang akan kita hadapi di SBMPTN nanti. Pokoknya BTA45 tuh ⭐⭐⭐⭐⭐ stars deh. 

Gw les di BTA45 itu selama dua tahun, pas gw masih kelas 3 SMA dan pas kemaren gw gak kuliah setahun karena pengen ulang SBMPTN. Jujur aja, momen di BTA45 itu bener-bener unforgetable deh.Nih foto-foto moment di BTA45 


Nah 2 foto diatas itu pas gw kelas 3








Sisa yang terakhir itu adalah footage yang diambil pake hp gw. Ma, Tum, Jo dan Mad, sorry yeeee 😝😝😝

Sabtu, 04 Februari 2017

Review film The Light Between Ocean

Halo guys, untuk post yang ini, gw akan memberikan Review film. Gw akan ngambil dari film Roman klasik, judulnya The Light Between Ocean. Kalo kalian nanya gw, apasih selera film gw ???, gw sih suka film apa aja selama gw tertarik. Untuk film bergenre roman, jujur gw lebih suka yang roman klasik daripada yang modern, yaaa kalian liat aja film-film roman modern, begitu kenalan, udah bisa nelpon pake hape, bisa chattingan, kalo berantem suka gak jelas, coba kalo liat roman yang ambil timing jaman dulu, kan romantis banget, masih surat-suratan, jadian tuh gak asal ciuman, pokoknya gw liat, roman klasik lebih romantis daripada yang modern, itu menurut gw, kalo kalian mikir beda yaaa gapapa. 



Oke, back to the main topic, ini adalah review film The Light Between Oceans. Film ini merupakan adopsi dari novel karangan M. L. Stedman dengan judul yang sama. Film ini berkisah tentang pria yang bernama Tom dan wanita yang bernama Isabel, keduanya saling jatuh cinta, filmnya ngambil latar pasca perang dunia pertama. Nah, kedua pasangan ini bertemu, saat itu si Tom mendapat tugas menjaga mercusuar di sebuah pulau bernama Janus yang lokasinya ada di barat Australia. Singkat cerita, mereka awalnya surat-suratan dan kemudian lewat Surat pula Tom akhirnya melamar Isabel. Mereka akhirnya menikah, lalu Isabel ikut Tom, pergi ke pulau Janus. Nah, dalam waktu 3 tahun, Isabel ini 2 kali mengalami keguguran, yang sedih tuh pas keguguran kedua, karena itu udah berjalan 5 bulan, perut juga udah gede, tapi yaaa gk selamat. Isabel ini akhirnya sedih banget, karena emang impian dia adalah punya anak, sampe suatu hari, di pulau itu ada perahu ngapung, ternyata disitu ada pria udah meninggal dan bayi perempuan masih hidup. Isabel memanfaatkan momen ini untuk mengadopsi si bayi dan meminta Tom untuk tidak memberitahu siapa-siapa. Bayinya akhirnya mereka kasih nama Lucy, singkat cerita yaaa hidup mereka normal aja, Lucy juga sehat dan well treated. Sampe pas Lucy akan di baptis, Tom ini ngeliat ada wanita yang lagi nangis dikuburan, pas Tom liat batu nisannya, ternyata wanita ini menangisi kehilangan suami dan anak perempuannya yang hilang dilaut, yang bikin shock adalah, tanggal kehilangannya itu sama dengan tanggal mereka nemuin bayi itu. Tom saat itu juga sadar kalo ternyata dia udah melakukan penculikan, tapi karena gak pengen bikin sedih Isabel, akhirnya Tom cuma mengirim surat ke wanita itu dan bilang kalo bayinya baik-baik aja. Yah, namanya juga ibu kandung, pasti pengen anaknya balik, akhirnya dia lapor polisi, tapi karena gak ada petunjuk, yaaa polisi juga gak bisa ngapa-ngapain. Singkat cerita, si Tom, Isabel dan Lucy kembali menikmati hidup bahagia mereka. Pas Lucy udah berumur 5 tahun, Tom ini mendapat penghargaan dari pemerintah disitu karena udah menjaga mercusuar Janus itu, nah ibu kandung Lucy yang ternyata bernama Hannah juga ada di acara itu. Tom akhirnya memutuskan untuk memberitahu polisi kalo dia udah melakukan penculikan (untuk yang gak belajar hukum, hampir di semua negara termasuk Indonesia, mengadopsi anak tanpa melapor merupakan tindak penculikan). Akhirnya Tom dan Isabel pun di tangkap polisi dan Lucy dikembalikan ke ibu kandungya. Lucy ini yang ternyata nama aslinya Grace gak terima keluarga asli dia, apalagi pas dia dipanggil Grace, dia gak mau dan selalu minta untuk balik ke ibu angkatnya. Nah, karena Hannah ngeliat cintanya si Grace ini sangat besar ke Isabel dan Tom, dia merasa bersalah juga karena bagaimanapun, Tom dan Isabel udah menyelamatkan bayinya, akhirnya Hannah bilang ke polisi kalo dia memaafkan mereka berdua, serta Lucy akhirnya sepakat untuk di panggil Lucy-Grace. Loncat ke tahun 1950, saat itu Isabel udah meninggal dan Tom hidup sendiri, sampe suatu hari ada tamu dateng menemui Tom. Ternyata dia adalah Lucy, dateng membawa anaknya. Disinilah saat yang mengharukan, apalagi setelah Lucy akhirnya membaca surat pertama dia dari Isabel, setelah pertemuan itu, Lucy berjanji ke Tom agar tetap berhubungan dengan Tom. 

Jujur aja, mata gw lumayan berair pas nonton film ini. Ini film epic banget, ceritanya bagus dan bener-bener menyentuh. Bagian klimaks, konflik dari cerita ini ada pada bagian ketika Lucy diambil dari Isabel dan Tom, tapi bagian paling menyentuh adalah bagian akhir, ketika Lucy mengunjungi Tom yang udah tua, karena bagaimanapun, Tom ini hanyalah ayah yang bisa dia ingat, kebahagiaan pertama dia adalah Tom ini. Jalan ceritanya juga runtun banget, mudah dipahami, dan inilah keunggulan roman klasik, nuansa romantismenya bener-bener bisa menyentuh dan inilah yang membuat gw lebih suka roman klasik daripada modern. Apalagi kisah cinta di film ini bukan di tujukan untuk pasangan kekasih doang melainkan cinta seorang anak juga, makanya itu yang menjadi nilai plus banget untuk film ini. Overall sih, gw akan memberika nilai A dan bintang 5 untuk film ini. Ini film pokoknya epic lah. 

 Oke, itu adalah review pertama gw, bagi kalian yang suka film roman dan belom pernah nonton film ini, gw rekomen banget 100%. Oke sekian untuk post kali ini, kalian juga bisa baca-baca postingan gw yang lain. Gw minta maaf kalo kalian klik youtube gw dan ternyata gak ada apa-apa, gw sih belom ada interest for starting vlog because gw sendiri masih terlalu sibuk untuk bikin vlog, kalopun nanti udah aktif kayaknya bukan vlog sih, mungkin hal lain. Oke thanks untuk kalian yang udah baca blog gw, see you next time.